mohon saran tentang project

classic Classic list List threaded Threaded
11 messages Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

mohon saran tentang project

rizki   yuwanda
dear all.
Mohon maaf nih bila pertanyaan saya tidak bermutu. Jadi gini, saya kan ada relasi di sebuah rumah sakit, dan setelah di ajak bicara ternyata ada kesempatan untuk membangun sistem informasi rs tersebut tapi msh belum pasti, saya disuruh memasukkan penawaran tapi hrs dlm bentuk badan usaha (PT / CV). Dari dulu saya emang mau bikin software house dengan badan usaha, tapi saya masih ragu, makanya saya ingin saran dari teman2 yg mungkin sdh memiliki badan usaha,kira2 apa aja yg hrs disiapkan dan kendala nya biasanya apa aja?

terima kasih

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: mohon saran tentang project

Ifnu bima
2012/11/28 Rizki Yuwanda <[hidden email]>
> Mohon maaf nih bila pertanyaan saya tidak bermutu. Jadi gini, saya kan ada
> relasi di sebuah rumah sakit, dan setelah di ajak bicara ternyata ada
> kesempatan untuk membangun sistem informasi rs tersebut tapi msh belum
> pasti, saya disuruh memasukkan penawaran tapi hrs dlm bentuk badan usaha (PT
> / CV). Dari dulu saya emang mau bikin software house dengan badan usaha,
> tapi saya masih ragu, makanya saya ingin saran dari teman2 yg mungkin sdh
> memiliki badan usaha,kira2 apa aja yg hrs disiapkan dan kendala nya biasanya
> apa aja?

Kendala utama, tentu saja biaya, kalau PT bisa habis sampai 20an jt.
Kalau mau lebih murah sebaiknya bikin CV saja, tapi kelemahanya adalah
harta pribadi kamu bisa dituntut kalau ada piutang yang tidak bisa
dibayar. Sedangkan kalau PT ya kalau gak bisa bayar tinggal
dipailitkan saja, harta pemodal amaan.

Selain itu, waktu pengurusan juga tidak sebentar, kita biasanya
menggunakan jasa Notaris untuk membantu pengurusan Badan Usaha.

--
http://ifnubima.org/indo-java-podcast/
http://tanyajava.com/download/javadesktop
http://tanyajava.com/download/scrum
@ifnubima

regards
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: mohon saran tentang project

rizki   yuwanda
 > Kendala utama, tentu saja biaya, kalau PT bisa habis sampai 20an jt.

> Kalau mau lebih murah sebaiknya bikin CV saja, tapi kelemahanya adalah
> harta pribadi kamu bisa dituntut kalau ada piutang yang tidak bisa
> dibayar. Sedangkan kalau PT ya kalau gak bisa bayar tinggal
> dipailitkan saja, harta pemodal amaan.
>
> Selain itu, waktu pengurusan juga tidak sebentar, kita biasanya
> menggunakan jasa Notaris untuk membantu pengurusan Badan Usaha.
>
> --
> http://ifnubima.org/indo-java-podcast/
> http://tanyajava.com/download/javadesktop
> http://tanyajava.com/download/scrum
> @ifnubima
>
> regards
>

Iya sih saya juga pernah dengar tentang itu, makanya saya bingung, kalo PT itu kan otomatis usahanya sudah besar ya? sedangkan saya kan baru mau mulai, pernah sih dulu bikin project tp atas nama perorangan, itu jg cuman sekali, apa boleh kita membuat CV dengan kondisi seperti itu

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: Re: mohon saran tentang project

Ifnu bima
2012/11/28 Rizki Yuwanda <[hidden email]>
>
> Iya sih saya juga pernah dengar tentang itu, makanya saya bingung, kalo PT
> itu kan otomatis usahanya sudah besar ya? sedangkan saya kan baru mau mulai,
> pernah sih dulu bikin project tp atas nama perorangan, itu jg cuman sekali,
> apa boleh kita membuat CV dengan kondisi seperti itu

Ya boleh saya. Keluarga saya juga punya CV sendiri untuk semua usaha
dagangnya, walaupun gak punya karyawan.


--
http://ifnubima.org/indo-java-podcast/
http://tanyajava.com/download/javadesktop
http://tanyajava.com/download/scrum
@ifnubima

regards
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: Re: mohon saran tentang project

Iman-5
In reply to this post by rizki yuwanda
Tergantung proyeksi proyek ke depan banyak ke perusahaan mana? Biasa ukm
sih perorangan cukup, kalo menengah ke atas suka minta badan usaha baik
cv/pt, kalau sering lebih baik buat badan usaha, kalau sekali2x pinjam
bendera badan usaha, tp pinjam bendera juga hati2x karena rekening yg
dipakai punya badan usaha yg dipinjam, jd perjelas dlm tertulis termasuk
feenya
On Nov 28, 2012 12:58 PM, "Rizki Yuwanda" <[hidden email]> wrote:

> **
>
>
> > Kendala utama, tentu saja biaya, kalau PT bisa habis sampai 20an jt.
> > Kalau mau lebih murah sebaiknya bikin CV saja, tapi kelemahanya adalah
> > harta pribadi kamu bisa dituntut kalau ada piutang yang tidak bisa
> > dibayar. Sedangkan kalau PT ya kalau gak bisa bayar tinggal
> > dipailitkan saja, harta pemodal amaan.
> >
> > Selain itu, waktu pengurusan juga tidak sebentar, kita biasanya
> > menggunakan jasa Notaris untuk membantu pengurusan Badan Usaha.
> >
> > --
> > http://ifnubima.org/indo-java-podcast/
> > http://tanyajava.com/download/javadesktop
> > http://tanyajava.com/download/scrum
> > @ifnubima
> >
> > regards
> >
>
> Iya sih saya juga pernah dengar tentang itu, makanya saya bingung, kalo PT
> itu kan otomatis usahanya sudah besar ya? sedangkan saya kan baru mau
> mulai, pernah sih dulu bikin project tp atas nama perorangan, itu jg cuman
> sekali, apa boleh kita membuat CV dengan kondisi seperti itu
>
>  
>
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: Re: mohon saran tentang project

Endy Muhardin
In reply to this post by rizki yuwanda
2012/11/28 Rizki Yuwanda <[hidden email]>

>
> >
> > regards
> >
>
> Iya sih saya juga pernah dengar tentang itu, makanya saya bingung, kalo PT
> itu kan otomatis usahanya sudah besar ya? sedangkan saya kan baru mau
> mulai, pernah sih dulu bikin project tp atas nama perorangan, itu jg cuman
> sekali, apa boleh kita membuat CV dengan kondisi seperti itu
>

PT usahanya tidak harus besar.
Banyak juga PT yang karyawannya cuma satu orang, yaitu si pemilik sendiri.
PT yang setelah didirikan tidak ada kegiatannya juga banyak.
Bahkan ada juga PT yang didirikan tidak untuk melakukan kegiatan usaha,
melainkan untuk disewakan bagi yang membutuhkan ;p

PT dan CV sebetulnya selisih biaya mengurusnya tidak terlalu besar.
PT lebih mahal dari CV itu mitos belaka.
Yang jadi mahal itu, karena biasanya orang yang bikin PT, tidak berhenti
sampai di akta perusahaan.
Tapi semua kelengkapan diurus, yaitu:
- NPWP
- PKP
- Ijin Domisili (ke kotamadya/kabupaten, perpanjang setiap 2 tahun)
- SK Kementrian Hukum dan HAM
- SIUP
- TDP

Resminya, semua dokumen di atas gratis atau murah sekali.
Biaya resminya kalau ditotal hanya berkisar beberapa ratus ribu saja.
Saya pernah bikin akta CV di notaris murah sekali.
Tinggal datang ke notaris, bawa partnernya (tidak boleh sendiri, minimal
dua tidak boleh sama istri),
si notaris ngeprint akta, minta fotokopi KTP, tanda tangan, bayar 300 ribu
rupiah saja, beres.
Biaya silumannya, nah itu yang unpredictable (namanya juga siluman ;p)
Pernah bikin SIM?
Nah kira2 seperti itu user experiencenya. Di mana2 ada spanduk anti calo
dan pungli,
tapi tetap aja ditiap loket kita diminta bayar 'biaya administrasi
seikhlasnya'.

Lebih jelas, bisa dibaca di sini:
http://www.miswans.com/perizinan-dan-hukum.html


Endy Muhardin
http://software.endy.muhardin.com
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: mohon saran tentang project

rizki   yuwanda
> PT usahanya tidak harus besar.
> Banyak juga PT yang karyawannya cuma satu orang, yaitu si pemilik sendiri.
> PT yang setelah didirikan tidak ada kegiatannya juga banyak.
> Bahkan ada juga PT yang didirikan tidak untuk melakukan kegiatan usaha,
> melainkan untuk disewakan bagi yang membutuhkan ;p
>
> PT dan CV sebetulnya selisih biaya mengurusnya tidak terlalu besar.
> PT lebih mahal dari CV itu mitos belaka.
> Yang jadi mahal itu, karena biasanya orang yang bikin PT, tidak berhenti
> sampai di akta perusahaan.
> Tapi semua kelengkapan diurus, yaitu:
> - NPWP
> - PKP
> - Ijin Domisili (ke kotamadya/kabupaten, perpanjang setiap 2 tahun)
> - SK Kementrian Hukum dan HAM
> - SIUP
> - TDP
>
> Resminya, semua dokumen di atas gratis atau murah sekali.
> Biaya resminya kalau ditotal hanya berkisar beberapa ratus ribu saja.
> Saya pernah bikin akta CV di notaris murah sekali.
> Tinggal datang ke notaris, bawa partnernya (tidak boleh sendiri, minimal
> dua tidak boleh sama istri),
> si notaris ngeprint akta, minta fotokopi KTP, tanda tangan, bayar 300 ribu
> rupiah saja, beres.
> Biaya silumannya, nah itu yang unpredictable (namanya juga siluman ;p)
> Pernah bikin SIM?
> Nah kira2 seperti itu user experiencenya. Di mana2 ada spanduk anti calo
> dan pungli,
> tapi tetap aja ditiap loket kita diminta bayar 'biaya administrasi
> seikhlasnya'.
>
> Lebih jelas, bisa dibaca di sini:
> http://www.miswans.com/perizinan-dan-hukum.html
>
>
> Endy Muhardin
> http://software.endy.muhardin.com
>

Iya sih seperti udah membudaya gitu, sudah jelas2 ada peringatan di spanduk tapi tetap aja dilanggar, karena saya juga udh sering diminta seikhasnya gitu.hehe.

Kalo masalah modal gimana mas ? kan ada tingkatannya tuh, nah untuk software house sendiri kira2 modal yang wajar berapa ya ?

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: mohon saran tentang project

rizki   yuwanda
In reply to this post by Endy Muhardin
> PT usahanya tidak harus besar.
> Banyak juga PT yang karyawannya cuma satu orang, yaitu si pemilik sendiri.
> PT yang setelah didirikan tidak ada kegiatannya juga banyak.
> Bahkan ada juga PT yang didirikan tidak untuk melakukan kegiatan usaha,
> melainkan untuk disewakan bagi yang membutuhkan ;p
>
> PT dan CV sebetulnya selisih biaya mengurusnya tidak terlalu besar.
> PT lebih mahal dari CV itu mitos belaka.
> Yang jadi mahal itu, karena biasanya orang yang bikin PT, tidak berhenti
> sampai di akta perusahaan.
> Tapi semua kelengkapan diurus, yaitu:
> - NPWP
> - PKP
> - Ijin Domisili (ke kotamadya/kabupaten, perpanjang setiap 2 tahun)
> - SK Kementrian Hukum dan HAM
> - SIUP
> - TDP
>
> Resminya, semua dokumen di atas gratis atau murah sekali.
> Biaya resminya kalau ditotal hanya berkisar beberapa ratus ribu saja.
> Saya pernah bikin akta CV di notaris murah sekali.
> Tinggal datang ke notaris, bawa partnernya (tidak boleh sendiri, minimal
> dua tidak boleh sama istri),
> si notaris ngeprint akta, minta fotokopi KTP, tanda tangan, bayar 300 ribu
> rupiah saja, beres.
> Biaya silumannya, nah itu yang unpredictable (namanya juga siluman ;p)
> Pernah bikin SIM?
> Nah kira2 seperti itu user experiencenya. Di mana2 ada spanduk anti calo
> dan pungli,
> tapi tetap aja ditiap loket kita diminta bayar 'biaya administrasi
> seikhlasnya'.
>
> Lebih jelas, bisa dibaca di sini:
> http://www.miswans.com/perizinan-dan-hukum.html
>
>
> Endy Muhardin
> http://software.endy.muhardin.com
>

Iya sih seperti udah membudaya gitu, sudah jelas2 ada peringatan di spanduk tapi tetap aja dilanggar, karena saya juga udh sering diminta seikhasnya gitu.hehe.

Kalo masalah modal gimana mas ? kan ada tingkatannya tuh, nah untuk software house sendiri kira2 modal yang wajar berapa ya ?

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: mohon saran tentang project

rizki   yuwanda
In reply to this post by Endy Muhardin


--- In [hidden email], Endy Muhardin <endy.muhardin@...> wrote:

>
> 2012/11/28 Rizki Yuwanda <rizki.yuwanda@...>
> >
> > >
> > > regards
> > >
> >
> > Iya sih saya juga pernah dengar tentang itu, makanya saya bingung, kalo PT
> > itu kan otomatis usahanya sudah besar ya? sedangkan saya kan baru mau
> > mulai, pernah sih dulu bikin project tp atas nama perorangan, itu jg cuman
> > sekali, apa boleh kita membuat CV dengan kondisi seperti itu
> >
>
> PT usahanya tidak harus besar.
> Banyak juga PT yang karyawannya cuma satu orang, yaitu si pemilik sendiri.
> PT yang setelah didirikan tidak ada kegiatannya juga banyak.
> Bahkan ada juga PT yang didirikan tidak untuk melakukan kegiatan usaha,
> melainkan untuk disewakan bagi yang membutuhkan ;p
>
> PT dan CV sebetulnya selisih biaya mengurusnya tidak terlalu besar.
> PT lebih mahal dari CV itu mitos belaka.
> Yang jadi mahal itu, karena biasanya orang yang bikin PT, tidak berhenti
> sampai di akta perusahaan.
> Tapi semua kelengkapan diurus, yaitu:
> - NPWP
> - PKP
> - Ijin Domisili (ke kotamadya/kabupaten, perpanjang setiap 2 tahun)
> - SK Kementrian Hukum dan HAM
> - SIUP
> - TDP
>
> Resminya, semua dokumen di atas gratis atau murah sekali.
> Biaya resminya kalau ditotal hanya berkisar beberapa ratus ribu saja.
> Saya pernah bikin akta CV di notaris murah sekali.
> Tinggal datang ke notaris, bawa partnernya (tidak boleh sendiri, minimal
> dua tidak boleh sama istri),
> si notaris ngeprint akta, minta fotokopi KTP, tanda tangan, bayar 300 ribu
> rupiah saja, beres.
> Biaya silumannya, nah itu yang unpredictable (namanya juga siluman ;p)
> Pernah bikin SIM?
> Nah kira2 seperti itu user experiencenya. Di mana2 ada spanduk anti calo
> dan pungli,
> tapi tetap aja ditiap loket kita diminta bayar 'biaya administrasi
> seikhlasnya'.
>
> Lebih jelas, bisa dibaca di sini:
> http://www.miswans.com/perizinan-dan-hukum.html
>
>
> Endy Muhardin
> http://software.endy.muhardin.com
>

Iya sih seperti udah membudaya gitu, sudah jelas2 ada peringatan di spanduk tapi tetap aja dilanggar, karena saya juga udh sering diminta seikhasnya gitu.hehe.

Kalo masalah modal gimana mas ? kan ada tingkatannya tuh, nah untuk software house sendiri kira2 modal yang wajar berapa ya ?

Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: Re: mohon saran tentang project

rizki   yuwanda
In reply to this post by rizki yuwanda
Iya sih seperti udah membudaya gitu, sudah jelas2 ada peringatan di spanduk tapi tetap aja dilanggar, karena saya juga udh sering diminta seikhasnya gitu.hehe.

Kalo masalah modal gimana mas ? kan ada tingkatannya tuh, nah untuk software house sendiri kira2 modal yang wajar berapa ya ?
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: Re: mohon saran tentang project

Endy Muhardin
2012/11/28 Rizki Yuwanda <[hidden email]>
>
>
> Kalo masalah modal gimana mas ? kan ada tingkatannya tuh, nah untuk
> software house sendiri kira2 modal yang wajar berapa ya ?
>

Modal finansial :
- Laptop
- Biaya internet bulanan
- Biaya listrik bulanan
- Biaya transport bulanan
- Biaya makan dan minum

Modal non-finansial :
- Coding skill
- Network/relasi
- Popularitas (twitter, milis, github, stackoverflow, linked in, dsb)

Nah itu aja modalnya.
Waktu saya sama Ifnu mulai dulu, modalnya cuma laptop masing-masing aja
plus ada temen yang mau ngasi pinjem meja kursi listrik internet plus
talangan biaya operasional (bila perlu).

Pada prakteknya, talangan biaya operasional nyaris gak kepake
karena kita langsung ada project dari hari pertama.

--
Endy Muhardin
http://software.endy.muhardin.com